Laman

25 Agu 2013

Puisi: Apalah Aku

simpel, apalah aku
Apalah Aku


Elang gunung mungkin lebih bahagia,
dalam lemah tampak perkasa…

Apalah aku?
si lemah, sorak mereka
si dungu tuding mereka…

jalanku jalan rusak,
lubang-lubang membuat kakiku berurai darah
dan sakit yang lebih kurasa di hati…

dalam deru angin ku bergoyah,
kian kemari di tengah kesuraman

tiada satu atau dua yang peduli…

hanya mentari yang tetap setia iringi
semua derap langkah piluku…

apalah aku?
pemurung yang bodoh jawabnya

aku si bodoh, namun…
cukuplah sadar akan jejak-jejakku,
akan tapak-tapakku…

pilu-pilu sedih menjadi kamus
bersama jiwaku yang hancur lebur,
bersama asa yang kian terkubur…

apalah aku?
pemalas yang sial…
ingin kulihat jamanku,
oh! abad depan itulah hasratku…
aku hidup dalam tonggak kepalsuan
kelaliman bagai ujung tombak,
menusuk kemana mentari bersinar…

ingin kurubah apa-apa yang cacat
tapi mereka hanya tahu,
aku si bodoh,
aku si lemah…

apalah aku?
sesak dadaku…terbeban
meratap saja pikirnya,
hadapilah dunia nyata
dimana tiada lagi hidup penuh khayal…

kucoba untuk berteriak lantang,
dan tangisku pun kian jauh, kian menghilang
menemaniku berdiri menyudut…

tapi memang,
apalah aku… 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar