Laman

15 Jun 2013

Puisi: Malam Yang Hilang

sekarang setengah 12, aku kembali nulis puisi ini karena kamu.


Malam Yang Hilang

Malam mulai runtuh
kemegahan istananya tiada lagi hitam tersorot mata tak lelap
retak-retak dindingnya mulai menangis di tinggalkan kerekatan
ukiran-ukiran buah tangan seniman telah porak poranda
badai Cinta malam; airmatamu, airmataku
menjadi hujan kerentanan

Malam mulai hilang
bertebaranlah bintang kesepian, rembulan kepenatan
pelangi di malam pucat pasi, mengigau syair ironi
sedu sedanmu, sedu sedanku
menjadi petir menggelegar

Malam nampak bayang
sunyi berkeliaran gaduh riang terlepas dari penjara malam
langkahmu, langkahku
tertahan kabut keEntahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar