Satu Demi Satu
Satu satu kau hilang dari kenangan
ada pedih ada tawa
ada perih ada ceria
semua punya warna, semua punya cerita
kalau pupus lembayung senja dari kenangan
maka biarkan malam merubung dalam temaram
tak bisa hanya matahari membawa gembira
karena pekat pun indah di kesunyiannya
satu demi satu semua lepas dari ikatan
kalau usai semua cerita sudah dibukakan
maka biarkan hening menerjemahkan semua perasaan
tak bisa hanya kata membawa makna
sebab diam pun menjadi jawab yang tak kurang ampuhnya
satu demi satu semua pudar dari ingatan
kalau usai semua dilakukan bersama-sama
maka berjalanlah sendiri tak perlu beriringan
tak cukup hanya kebersamaan menunjukkan peduli
sebab sendiri pun tak pernah menghapus hadirmu di sini
satu demi satu
menjadi buku harian
satu dua purnama menjadi kesedihan
satu dua musim menjadi kenangan
satu dua tahun menjadi tertawaan
satu dua dekade menjadi perenungan
ada pedih ada tawa
ada perih ada ceria
semua punya warna, semua punya cerita
kalau pupus lembayung senja dari kenangan
maka biarkan malam merubung dalam temaram
tak bisa hanya matahari membawa gembira
karena pekat pun indah di kesunyiannya
satu demi satu semua lepas dari ikatan
kalau usai semua cerita sudah dibukakan
maka biarkan hening menerjemahkan semua perasaan
tak bisa hanya kata membawa makna
sebab diam pun menjadi jawab yang tak kurang ampuhnya
satu demi satu semua pudar dari ingatan
kalau usai semua dilakukan bersama-sama
maka berjalanlah sendiri tak perlu beriringan
tak cukup hanya kebersamaan menunjukkan peduli
sebab sendiri pun tak pernah menghapus hadirmu di sini
satu demi satu
menjadi buku harian
satu dua purnama menjadi kesedihan
satu dua musim menjadi kenangan
satu dua tahun menjadi tertawaan
satu dua dekade menjadi perenungan
Entah kapan
aku akan melupakan
semua tentang kita yang kini menjadi kiasan
Entah kapan
Mungkin minggu depan,
Mungkin bulan depan,
Mungkin tahun depan
Atau mungkin tak akan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar