Laman

5 Apr 2013

Puisi: Satu Demi Satu

puisi ini berjudul satu demi satu



Satu Demi Satu

Satu satu kau hilang dari kenangan
ada pedih ada tawa
ada perih ada ceria
semua punya warna, semua punya cerita

kalau pupus lembayung senja dari kenangan
maka biarkan malam merubung dalam temaram
tak bisa hanya matahari membawa gembira
karena pekat pun indah di kesunyiannya

satu demi satu semua lepas dari ikatan

kalau usai semua cerita sudah dibukakan
maka biarkan hening menerjemahkan semua perasaan
tak bisa hanya kata membawa makna
sebab diam pun menjadi jawab yang tak kurang ampuhnya

satu demi satu semua pudar dari ingatan

kalau usai semua dilakukan bersama-sama
maka berjalanlah sendiri tak perlu beriringan
tak cukup hanya kebersamaan menunjukkan peduli
sebab sendiri pun tak pernah menghapus hadirmu di sini

satu demi satu

menjadi buku harian

satu dua purnama menjadi kesedihan
satu dua musim menjadi kenangan
satu dua tahun menjadi tertawaan
satu dua dekade menjadi perenungan

Entah kapan
aku akan melupakan
semua tentang kita yang kini menjadi kiasan
Entah kapan
Mungkin minggu depan,
Mungkin bulan depan,
Mungkin tahun depan
Atau mungkin tak akan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar