Laman

23 Sep 2014

Puisi: Hampir Hilang

Hampir Hilang

Mana sosok yang kemarin
Yang katanya tak lapuk terkena hujan, tak lekang terkena panas
Mana?

Hampir hilang

Angin mengikis perlahan alunan perasaan
Yang awalnya mengalir tenang
Dan sekarang bagai sumur yang kering dan tak beriak

Biarlah saja
Bagaimanapun nanti atau esoknya
Takkan pernah kapal merubah haluan
Hanya karena godaan suasana nikmat yang sementara sifatnya

23 September 2014.
22.54

Tidak ada komentar:

Posting Komentar