Menyesal
Berawal dari keinginan membuat puisi
Ku berniat menulis dengan hati
Namun ku tak tahu apa isi
Karena ku tak ada inspirasi
Temanku datang ke kelas
Dengan enteng dia mengajaku bermain
Merusuhkan pikiranku saat ini
Ketika ku ingin membuat sebuah puisi
Tak kunjung datang sebuah inspirasi
Kuterima ajakan ini
Meski tanganku sedang sakit
Tak apa, yang penting aku senang
Asyik bermain, ku lupa dengan waktu
Bel masuk bergemuruh
Kulihat sekeliling, kawanku tak ada yang kembali
Aku terheran dengan semua ini
Ku bertanya jam berapa
Aku heran karena jawaban mereka berbeda,
Dengan enteng mereka hanya bisa berkata
Bebas! Bebas!
Aku percaya dengan mereka
Karena kawanku tak kunjung masuk juga
Tapi mengapa?
Ada yang berkata guruku sudah datang sejak kala!
Ku berlari ke kelas
Ku ketukan pintu yang keras
Namun, apa lantas?
Ku diusir seperti pasir yang terhempas
Aku menyesal dengan perilaku ku
Aku menyesal dengan kesalahanku
Bukan salah kau, wahai temanku
Ini salahku, yang tak bisa tertib dengan waktu
Aku diberi hukuman
Hukuman yang pantas, namun ringan
Karena guru ku memiliki perasaan
Selembut kapas, bukan kafan
Aku berjanji
Tak lagi lagi seperti ini
Yang membuatku harus memberi
Tugas yang harus dikumpulkan esok hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar