Catatan Remaja Labil
[Part 4]
Malam kini datang
Malam nan lenyap, dan sunyi
Ku sedang duduk sendiri
Tak ada yang menemani
Biasanya ada dirimu yang menemaniku di malam hari
Namun kini kau bagaikan lenyap ditelan bumi
Seperti biasa, ku bernyanyi dengan suara lirih untukmu
Ku standby di depan komputer, tapi untuk apa saat ini?
Aku pun masih suka bingung pada hati ini
Padahal aku sudah mengetahui
Bahwa kau sudah memiliki lelaki
Lelaki yang mungkin jauh lebih baik dariku
Aku bernyanyi lagu ini untuk kamu
Lagu yang ku buat, ketika kita sedang dekat sedekat dekatnya
Karena aku selalu menjadi kenangmu
Jadi irama hidupmu
Dan membuat segalanya jadi indah
Jika aku sedang beruntung
Itu karena ada kamu di malam hari
Walau bukan ragamu asli yang ada di sampingku
Tapi ada bintang yang menggariskan rupamu dengan indahnya
Menemaniku disini, Walau itu jauh dari nyata
Ku hanya bisa tersenyum, dan berharap hal ini terjadi selamanya
Jika aku menunggumu dimalam ini apakah salah?
Salahkah aku?
Menunggumu di setiap malamku
Dengan melantunkan lagu untukmu
Jika aku masih menyimpan rasa untukmu apakah salah juga?
Juga kesalahan bagi diriku?
Jangan salahkan aku
Tapi karena kau menanam rasa ini terlalu dalam
Jika aku masih memanggil namamu lirih di setiap malam apakah salah juga?
Juga kesalahan bagi diriku?
Bukannya itu salahmu juga/?
Yang selaku datang di setiap malam tanpa permisi
Jika aku masih merangkai kata kata absurd untukmu apakah salah juga?
Juga kesalahan bagi diriku?
Itu juga salahmu
Karena pulpen yang dulu kau berikan selalu ingin kusentuh
Untuk menulis di selembar kertas tentang kisah kita
Jika aku masih menyimpan inboxku darimu apakah salah juga?
Aku selalu tak tega melihat namamu di kontakku akan dihapus begitu saja
Yang aku tahu
Sebagaimanapun kau salahkan aku
Aku tetap ada disini, Menyimpan rasa untukmu
Karena kamu juga, aku belajar cinta yang dalam
Sedalam cintaku padamu saat ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar