Laman

28 Jan 2013

Akulah Sang Pendusta Diri

Puisi ini saya beri judul "akulah sang pendusta diri".  Entah dengan poin apa.


Akulah Sang Pendusta Diri

Biru dan merah
Mereka bersama Gundah
Biru dalam asa
Merah dalam membara

Risau karena angin
Yang tak sampai tujuan
Akulah sang pena
Selalu menulis untuk yang tercinta

Kau mata, aku sinar
Kau badan, aku jiwa
Kau hati, dan aku cinta 
Yang terpancar didalamnya

Tak peduli ribuan pisau menusuk tubuhku
Pena yang selalu mendustai diri
Menjadi pecundang, karena pemberani
Menjadi miskin, karena kaya

Akulah sang pendusta diri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar