Akulah Sang Pendusta Diri
Biru dan merah
Mereka bersama Gundah
Biru dalam asa
Merah dalam membara
Risau karena angin
Yang tak sampai tujuan
Akulah sang pena
Selalu menulis untuk yang tercinta
Kau mata, aku sinar
Kau badan, aku jiwa
Kau hati, dan aku cinta
Yang terpancar didalamnya
Tak peduli ribuan pisau menusuk tubuhku
Pena yang selalu mendustai diri
Menjadi pecundang, karena pemberani
Menjadi miskin, karena kaya
Akulah sang pendusta diri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar